Begini Rupaya Kongkalikong Penyaluran Bansos di Lebak

LEBAK, kabar1.com – Dugaan adanya kongkalikong penerimaan dana Bantuan Sosial (Bansos) Tahun Anggaran 2018 yang disalurkan melalui Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) jelang Hari Raya Idul Fitri di Kabupaten Lebak, akhirnya terkuak juga.

Tak tanggung-tanggung, fakta itu datang dari salah satu penerima bantuan yang mengaku tidak memiliki legalitas resmi sebagai salah satu syarat yang diwajibkan dalam penerimaan Bansos seperti yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor : 32 tahun 2014 dan Permendagri Nomor : 23 tahun 2011 sebagaimana diubah dengan Permendagri Nomor 13 tahun 2018.

Baca juga :  Kejari Intip Kades Nakal

Dimana isian regulasi itu menyebutkan bahwa hibah bansos, hanya dapat diberikan bagi yayasan atau organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum serta tercatat pada Kementerian Hukum terkait.

Kepada kabar1.com, pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadul Mu’minin di Kampung Sukarahayu, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Hasan Basri, mengaku menerma dana Bansos jelang Idul Fitri pekan lalu.

Namun, diakuinya, untuk Badan Hukum dari notaris  berikut keterangan terdaftar di Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham), pada saat realisasi dana Bansos, dirinya tidak memiliknya.

Baca juga :  12 Diduga PSK Terjaring, Hotel Dan Tempat Wisata Jadi Target Operasi Satpol PP

“Saat usulan pun saya tak melampirkan Badan Hukum yayasan pak, karena baru sekarang saya urus. Ya seperti Ponpes yang lain, yaitu melalui pak Ubed selaku FSPP Kecamatan Maja,” tutur Hasan Basri, kepada kabar1.com, kemarin.

Akan tetapi, lanjut Hasan Basri, untuk melengkapi kekurangan persyaratan tersebut, dirinya menyerahkan dana sebesar Rp2.500.000,-  kepada H Ubedillah, selaku pengurus FSPP Kecamatan Maja, untuk mengurus segala sesuatu terkait legalitas pondok Riyadul Mu’minin.

Baca juga :  Warga Parung Panjang Blokir Jalan

Masih kata Hasan Basri, bahwa dana yang diterimanya saat itu, rencananya akan digunakan untuk perbaikan prasarana pondok. Mengingat, kondisinya saat ini sangat membutuhkan rehabilitasi segera.

“Dananya, akan saya gunakan untuk rehab pondok pak” singkatnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Banten, melalui aplikasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2018, telah menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk alokasi sekitar 900 Ponpes yang ada di Lebak. FIK