BOGOR, www.kabar1.com – Fauzan alias Ojan (31), warga Kampung Pleret, RT 0006/RW 012, Desa Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor ditangkap petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor dan Resimen Pelopor II Kedunghalang, Selasa (20/3/2018).

Tersangka diamankan berikut barang bukti ganja sebanyak 24,3 kg didalam  satu koper yang diduga akan diedarkan. Jumlah ini bertambah menjadi total 50 kg saat dilakukan penggeledahan dirumah tersangka. Ojan ditangkap saat berada di Stasiun Citayam. Ojan sendiri ditenggarai merupakan banda besar yang kerap ‘bermain’ di Kota dan Kabupaten Bogor.

Kepala BNNK Bogor Nugraha Setia Budi mengatakan, proses penangkapan tersangka berdasarkan laporan yang didapat dari masyarakat. Modus operandi yang dilakukan oleh tersangka sendiri. Narkoba golongan I itu diketahui dikirimkan langsung dari Banda Aceh atas pesanan pengendali yang berada di Provinsi Aceh.

“Barang bukti ganja dikirim melalui jasa antar barang dan pos giro ke alamat tersangka. Dimana kedua koper yang berisi ganja itu dibalut oleh karung, sehingga tidak terdeteksi oleh jasa pengiriman. Ketika narkoba ini sudah diterima oleh tersangka, ganja-ganja ini dikirim atau diedarkan sesuai dengan perintah dari pengendali. Di Bogor sendiri, tersangka mengedarkan ganja di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, dengan target pengguna pelajar dan mahasiswa,” ungkapnya.

Budi menambahkan, kasus penangkapan kurir ganja ini masih dalam proses pengembangan untuk penangkapan dua tersangka lainnya yang berada di Aceh. “Kedua tersangka yang ada di Aceh bertindak sebagai pengendali, dan saat ini sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kami sendiri sudah mengirimkan tim satuan gabungan untuk melakukan pengejaran terhadap kedua DPO tersebut,” kata Budi.

Budi juga menyebut, pelaku adalah mantan napi yang baru keluar empat bulan yang lalu dengan kasus yang sama. Sebelumnya tersangka ditangkap karena kasus sabu dan dikenai hukuman pidana 5 tahun 4 bulan.

Modus pengirimannya pun dilakukan dengan menggunakan nama yang berbeda namun dengan alamat yang sama. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tingkat kecurigaan terhadap pelaku.

Target pelaku menyasar kepada pelajar baik sekolah maupun mahasiswa dan dewasa muda. Barang dijual seharga Rp 3,3 juta hingga Rp 3,5 juta perkilogram dari harga asal Rp 3 juta. Pelaku pun disebut mendapat feejika berhasil menjual perkilogramnya sebesar Rp 100 ribu.

Sekedar diketahui, untuk tersangka sendiri, diganjar dengan pasal berlapis yakni Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 tahun 2009 Junto Pasal 111 ayat (2) UU RI tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman pidana maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati.FUZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Kapolres Bogor Minta Masyarakat Berperan

BOGOR, www.kabar1.com – Kepolisian Resor (Polres)  Bogor mengerahkan 800 personel dari anggota…

Polres Bogor Tangkap Maling Spesialis Rumsong

BOGOR, www.kabar1.com – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bogor berhasil meringkus tiga pelaku…

Polsek Parung Bekuk Pencuri Minimarket di Ciseeng

BOGOR – Pelaku pencuri dengan pemberatan pada minimarket di Desa Cogreg, Kecamatan…

Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur Dilempar Bom Molotov

CIANJUR – Kantor Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, di…