Bappedalitbang Harus Petakan Potensi Wilayah

Bappedalitbang Harus Petakan Potensi Wilayah 97

BOGOR — Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS Achmad Fathoni mengusulkan, Pemerintah Kabupaten Bogor sudah semestinya memetakan potensi masing-masing wilayah yang ada.

Menurutnya, upaya pemetaan ini tak lain agar potensi yang khas di masing-masing wilayah bisa berkembang dengan mengacu pada pemetaan yang dilakukan Bappedalitbang. Sehingga pembangunan bisa fokus tanpa mengusik yang sudah ada.

“Mungkin ada kecamatan yang punya potensi wisata, potensi pertanian, potensi peternakan. Maka saat musrenbang, Camat sudah dikasih catatan penting tentang fokus pembangunan mengenai potensi wilayahnya sesuai dengan hasil penelitian Bappedalitbang,” ucap Fathoni.

Menurutnya, tataguna lahan harus mengacu pada potensi untuk menjaga kelestarian alam dan potensi yang sudah dipetakan.

Selain itu politikus lulusan Fakultas Teknik UNS ini juga mengingatkan pentingnya pelibatan masayarakat setempat dalam merencanakan pembangunan. Dengan itu dapat terjadi sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan daerahnya.

“Sebaiknya merencanakan pembangunan dengan pelibatan masyarakat yang lebih banyak. Karena banyak isu lingkungan seperti suangai, situ, sampah, dan program pembangunan yang bersifat sosial kemasyarakatan akan efisien dan sukses ketika melibatkan masyarakat,” tambahnya.

Ia mengambil sebuah contoh, setiap ada situ, biasanya masyarakat membuat komunitas. Tapi akan tidak berdaya dengan tidak adanya legalitas dan support dana dari pemerintah untuk pemeliharaannya.

“Kelompok peduli lingkungan harus diberdayakan. KRL (Kampung Ramah Lingkungan) yang sudah cukup bagus agar bisa terus disupport Pemda, begitu juga dengan BUMDes dan LPM,” tegasnya.

Selain permasalahan di atas, ia juga mengimbau pihak Bappedalitbang untuk merekomendasikan perencanaan dan pengawasan pembangunan infrastruktur.

Pihaknya sangat prihatin dengan adanya proyek infrastruktur yang gagal. Bisa karena buruknya pelaksanaan, sehingga baru sebentar digunakan sudah rusak. Atau proyek yang melebihi batas pengerjaannya, sehingga warga dirugikan.

“Yang lebih parah pelaksanaan adalah proyek pembangunan yang gagal. Ada proyek senilai 6 miliar di Leuwiliang yang gagal, padahal kita memperjuangkan itu cukup sulit. Hal itu bisa jadi karena buruknya perencanaan dan pengawasan dalam pembangunan,” pungkasnya. WAN


Hosting Unlimited Indonesia

Hosting Unlimited Indonesia

Indonesia

Positif
64,958
+1,209 (24 Jam)
Meninggal
3,241
+70 (24 Jam)
Sembuh
29,919
46.06%
Reaktif
31,798
48.95%