Banyak Pelanggaran Aturan, Dewan Bakal Revisi Tata Ruang

  • Whatsapp
Banyak Pelanggaran Aturan, Dewan Bakal Revisi Tata Ruang

BOGOR – banyaknya pelanggaran aturan dalam hal tata ruang menjadi perhatian khusus Komisi I DPRD Kabupaten Bogor. Tak tanggung-tanggung, para wakil rakyat ini berencana akan melakukan revisi terhadap payung hukum yang ada saat ini.

“Menyikapi hal ini, tentunya harus dikaji secara obyektif. Bagaimana pun, kita juga harus melihat sisi baik dan buruknya. Banyak masalah muncul karena aturan baru yang berlaku surut. Karena itu, untuk membenahi banyaknya kekeliruan yang muncul, kita akan lakukan revisi terhadap aturan yang ada,” papar Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, banyaknya pelanggaran ini juga tak lepas dari pengawasan yang lemah dari SKPD di wilayah. Seharusnya, menurut dia, jika ada hal yang tak sesuai dengan aturan, mesti langsung dilakukan penindakan secara tegas.

“Harusnya, aparatur ASN di wilayah bertindak tegas dengan link koordinasi sesuai dengan job desk-nya. Tapi bagaimana pun, kita tak bisa saling menyalahkan. Hal ini wajib kita carikan solusinya bersama karena bagaimana pun, sebagai wakil rakyat, kami harus punya langkah solutif yang tentunya baik untuk masyarakat maupun investor,” jelasnya.

Menyikapi pelanggaran terhadap sebuah pabrik di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja yang diduga melanggar ketentuan tata ruang, Usep menyebut hal ini harus dilihat dari berbagai sisi.

“Kita akan kaji dulu, pabrik dulu atau aturan dulu. Karena aturan tata ruang baru ada tahun 2016. Memang seharusnya, setelah aturan muncul, wajib ada tindakan tegas, tapi kan tidak ada. Ini jadi salah satu poin kami untuk revisi nanti,” ungkapnya.

Diketahui, sejumlah warga yang berdomisili di Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, mengidap penyakit paru-paru. Kepastian ini diketahui usai salah satu warga melakukan cek kesehatan di klinik kesehatan.

“Kata dokter, istri saya positif paru dan dokter pun menanyakan apakah di sekeliling tempat tinggal kami ada pabrik?. Dan memang benar ada. Dokter kembali menyatakan, kemungkinan akibat polusi pabrik tersebut,” kata Burhani, salah satu tokoh masyarakat sekitar.

Diakui Burhani, tak hanya anggota keluarganya yang diketahui positif paru tetapi ada juga beberapa warga lainnya. “Kemungkinan ada beberapa warga lain karena memang kondisi pabrik tersebut ada ditengah-tengah pemukiman penduduk. Memang jika dilihat dari luar kecil tapi didalamnya cukup besar, sekitar 5 hektar,” ungkap pria yang pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Kabupaten Bogor ini.

Sekedar mengingatkan, dalam aturan yang telah ditetapkan oleh Pemkab Bogor, kawasan Kecamatan Sukaraja masuk dalam kategori PP 1. Yang artinya tidak diperbolehkan perusahaan menggelar produksi, jika pun ada perusahaan, hanya dikenankan untuk digunakan sebagai pergudangan. NZI

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia