Banyak Dikuasai Oknum, PTPN VIII Kembalikan Luas Lahan Perkebunan

BOGOR, kabar1.com – Luas lahan perkebunan PTPN VIII Gunung Mas sempat mengalami pengurangan luas. Namun berjalannya waktu luas lahan perkebunan tersebut kembali keluas awal. Hal ini tak lepas dari komitmen managemen perkebunan untuk mengembalikan lahan yang pernah dikuasai warga.

Pada pendataan tahun 1990 luas lahan perkebunan teh negara ini hilang hingga 700 hektar dari 1200 hektar luas lahan yang dimiliki PTPN VIII Gunung Mas. Upaya pembongkaran vila serta penegakan hukum yang dilakukan pemerintah memberi dampak positif pada perubahan luas lahan.

Baca juga :  Mahasiswa dan Tokoh Kritisi Jokowi–JK

“Saat ini dari hasil pendataan selama dua bulan, lahan gunung mas yang digarap masyarakat seluas 364 hektar dari 700 penggarap,” ujar Aan petugas pendataan lahan PTPN VIII Gunung Mas, belum lama ini.

Dari 364 hektar lahan itu, kata dia, 70 persen sudah berdiri bangunan, dan sisanya dijadikan lahan perkebunan masyarakat. “Pendataan ini sebagai upaya mengembalikan kembali lahan perkebunan Gunung Mas yang sempat dikuasai penggarap,” ungkapnya

Baca juga :  Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Bogor Halal Bihalal dengan ASN

Namun begitu, dari luas lahan perkebunan yang telah berubah fungsi ini sebagian telah memiliki izin baik dari PTPN Gunung Mas maupun dari Kementrian. “Ada sebagian tanahnya legal, namun bangunannya tak berizin, ada juga lahan ilegal bangunan pun ilegal,” pungkasnya

Banyaknya lahan perkebunan berubah fungsi tentunya berdampak pada lingkungan terutama memperparah kerusakan tutupan lahan. Perubahan tutupan lahan perkebunan di Gunung Mas sudah terjadi pada tahun 1970, dan perubahan paling signifikan terjadi pada tahun 1980 diman vila tumbuh sangat subur.

Baca juga :  Imbas Perusahan Dirikan Pabrik Pantai Salira Sepi Pengunjung

Sementara itu, mantan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Budi Burhanudin mendesak PTPN VIII Gunung Mas dan Kementrian untuk tidak memberikan kembali izin garap atau pengusaan tanah

“Banyaknya memberikan izin penguasan lahan menjadi puncak terancam mengalami kerusakan lingkungan, saya minta perkebunan teh yang telah beralih fungsi.dikembalikan kembali ke fungsi awal,” tandasnya. FUZ