Terbawa Arus : Sebuah mobil terbawa arus akibat banjir bandang di Sukamakmur, Kabupaten Bogor. | kabar1.com

BOGOR, kabar1.com – Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Sukamakmur,  Kabupaten Bogor Sabtu, pekan lalu kini temui babak baru. Bencana yang mengakibatkan putusnya jembatan penghubung alternatif Puncak Bogor-Cianjur tersebut dinilai salah satunya akibat banyaknya lahan yang dikomersilkan menjadi bangunan.

Menyikapi itu, Bupati Bogor Nurhayanti mengaku akan mempertanyakan hal ini kepada pihak perhutani. “Saya sudah tugaskan Sekda untuk mengundang perhutani. Termasuk juga mempertanyakan itu (izin-red). Nanti kia tanyakan dalam rapat koordinasi,” kata Nurhayanti kepada wartawan, Senin (9/4/2018).

Baca juga  Kapolres Gelar Mediasi dengan Warga Parung Panjang

Rapat koordinasi (rakor) yang akan dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor bertujuan untuk mempermanenkan persoalan izin dengan perhutani. Menurut Nurhayanti, pemda selama ini memberikan izin dalam rangka melakukan pengendalian bagi mereka yang membuka usaha di wilayah Bumi Tegar Beriman.

Baca juga  Kanker Getah Bening, Anak Yatim Ini Butuh Perhatian

“Saya akan lakukan rakor penanganan permanen. Dan alhamdulilah, saat ini untuk penanggulangan bencana di Sukamakmur sudah ditangani. Hanya saja memang perlu ada alat berat untuk evakuasi,” tutur Nurhayanti.

Diketahui, dari data yang didapat, banjir bandang tersebut mampu menghilangkan enam rumah dan menghanyutkan 13 kendaraan yang terbawa derasnya air dari aliran kali Cisarua di lokasi banjir Kampung Cisarua RT 04/RW 05, Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor, Sabtu pekan lalu.

Baca juga  Nah... Makanya Taati Aturan, Jadi Aja Digembok !

Satu orang atas nama Mari (70) warga Kampung Cibiting RT 01/RW 06 Desa Warga Jaya dinyatakan meninggal dunia. Sementara lima orang lainnya, Suhori,  Ujang, Apip, Misan dan Suroso selamat.FUZ