Asyik, Selama Ramadan, Jam Kerja PNS Dikurangi

  • Bagikan

BOGOR, www.kabar1.com– Di Bulan Ramadan, jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Bogor dikurangi. Hal ini merujuk pada kebijakan edaran Kementerian Pendayahgunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor: B.335/M.KT.02/2018 tertanggal 8 Mei 2018 yang diteken Menteri Asman Abnur, tentang penyesuaian jam kerja PNS.

Jika biasanya PNS bekerja 37,5 jam dalam satu minggu, namun di Bulan Ramadan ini, PNS diberikan keringan menjadi 32,5 jam kerja per minggu.

“Biasanya mereka masuk jam 07.30 sampai 15:45 WIB, namun di bulan puasa ini mereka bekerja mulai dari jam 08:00 sampai dengan 15.00 WIB,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor, Dadang Irfan saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Rabu (16/5/2018).

Dadang menerangkan, hal tersebut berlaku untuk PNS yang bekerja selama lima hari. Untuk yang enam hari seperti guru, kata dia, sesuai dengan surat edaran, maka mereka bekerja mulai dari jam 08.00 sampai dengan 14.00 WIB.

“Kecuali pada hari Jumat. Untuk yang lima hari kerja itu tetap pulang 15.40 WIB dan enam hari kerja itu pulang jam 14.30 WIB,” terangnya.

Jika para PNS masih terlambat dari apa yang sudah ditentukan, Dadang mengaku tidak khawatir. Sebab, sistem finger print yang kini mulai diterapkan akan berpengaruh pada tambahan penghasilan pegawai (TPP).

“Kalau ada yang telat dan pulang cepat itu nanti ketahuan. Dan otomatis tunjangan mereka juga akan dipotong,” tegas Dadang.

Sekedar diketahui, Pemerintah melakukan penyesuaian jam kerja untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS, TNI, dan Polri. Jadwal kerja ini berlaku selama bulan Ramadhan 1439 H.

Dikutip dari laman Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Kamis (10/5/2018), berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 336 tahun 2018 tentang Penetapan Jam Kerja ASN, TNI, dan Polri pada Bulan Ramadhan, jam kerja dikurangi satu jam dari biasanya.

“Jumlah jam kerja bagi instansi pemerintah pusat dan daerah yang melaksanakan lima hari atau enam hari kerja menjadi 32,5 jam per minggu,” bunyi keterangan tersebut.

Hal ini diberikan agar ASN yang melaksanakan puasa dapat meningkatkan ibadahnya. Menteri PAN-RB Asman Abnur berpesan agar pelayanan publik tetap berjalan dan ASN tidak mengabaikan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.FUZ

  • Bagikan