ASN Telat Masuk Kerja, Gaji Dipotong!

BOGOR, kabar1.com – Jam kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah berkurang satu jam selama Ramadan. Namun, pengurangan itu bukan alasan mereka mengurangi produktivitasnya meski tengah melaksanakan ibadah puasa.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bogor Dadang Irfan bahkan memberi warning kepada para ASN. Pengurangan ini bukan sebuah ‘angin segar’. “Apabila pegawai tersebut telat lima atau sepuluh menit saja, (TPP) itu akan dipotong. Itu sanksinya,” kata Dadang.

Baca juga :  Pasien Positif Covid-19 di Kab Bogor Bertambah, Satu Diantaranya Dokter

Dadang menyebut, sistem tersebut diakui sangat efektif meningkatkan produktivitas pegawai di Kabupaten Bogor sejak ditetapkan Januari 2018 lalu. Sekedar informasi, kebijakan saat Ramadan, membagi aturan jam kerja itu untuk lima dan enam hari kerja dalam sepekan.

“Yang tadinya satu Minggu 37,5 jam menjadi 32,5 jam,” katanya.

Dadang menjelaskan jam masuk kerja pegawai dengan lima hari kerja dalam sepekan adalah pukul 8.00-15.00 selama Ramadan. Sedangkan pegawai dengan enam hari kerja dalam sepekan menjadi pukul 8.00-14.00, seperti para guru, petugas Pusat Kesehatan Masyarakat dan sebagainya.

Baca juga :  Ini New Normal Kabupaten Bogor 

Selain jam masuk kerjanya dimundurkan, para ASN juga mendapatkan jam pulang kerja lebih awal dari biasanya pukul 16.00 menjadi 15.00. Namun, jam istirahat siang mereka harus dipotong selama setengah jam dari awalnya satu jam karena sebagian besar di antara mereka berpuasa.

Baca juga :  Pesta Rakyat di Kalisuren Dihadiri Bolot, Udin Nganga, Malih Tongtong dan Mastur

Khusus untuk setiap Jumat, jam masuk para pegawai kembali dimulai pukul 07.30. Sedangkan jam pulang kerjanya diundur selama 30 menit menjadi pukul 16.30. Itu karena jam istirahat setiap Jumat selama Ramadan berlangsung selama satu jam sehingga jumlah jam kerjanya sekitar tujuh jam sehari.FUZ*