Apdesi: Jumlah Positif Rapid Test Tinggi, Pemdes Agar Optimal Cegah Covid-19

Apdesi: Jumlah Positif Rapid Test Tinggi, Pemdes Agar Optimal Cegah Covid-19 43

SUMEDANG – Ketua Apdesi Kab. Sumedang Andre Y Mochtar mengatakan, adanya peningkatan jumlah warga yang terindikasi positif hasil rapid test masif yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang, membuat kita harus lebih hati-hati dan waspada.

Dikatakan, apalagi jika melihat jumlah ODR yang masih diangka ribuan, dan mereka semuanya menyebar di Kabupaten Sumedang, tentu akan berpotensi resiko yang tidak diharapkan.

Test

“Saya menghimbau kepada seluruh rekan-rekan Kepala Desa di Kabupaten Sumedang, untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19 ini,” katanya, Kamis 30 April 2020.

Diantaranya, pertama fokus terkait bagaimana caranya daerah masing-masing bisa terbebas dari wabah covid-19.

Sehingga, jika ada warga ODR, ODP, apalagi ODP dan sudah Positif, agar segera diedukasi untuk melakukan isolasi maupun karantina.

Baca juga :
138 Paket Pekerjaan Sudah Ditender

Baik secara mandiri, maupun segera melaporkan ke Gugus Tugas Penangananan Covid-19 Kabupaten Sumedang, yaitu melalui PSC 119 atau melalui WA/Telp SSQR di No 0811200133.

Itu, sebagaimana arahan dari Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam bidang Penanganan Covid-19.

Kedua, melakukan komunikasi secara baik. Baik secara vertikal ke RW, RT, maupun ke tingkat kecamatan dan kabupaten, dan secara horizontal antar sesama Kepala Desa dalam menjaga kondusivitas penanganan wabah ini.

Sehingga tidak tergradasi menjadi masalah sosial ekonomi lainnya.

“Ketiga, memahami tentang dampak sosial ekonomi akibat covid-19, terutama selama PSBB di Kabupaten Sumedang. Sehingga tidak ada lagi miskomunikasi, yang mengakibatkan keributan di media sosial yang sebetulnya tidak perlu jika kita semuanya sudah paham alurnya, sebagaimana penjelasan Pak Sekda pada saat meeting secara online,” ujarnya.

Baca juga :
Hari Pertama Masuk Walikota Banjar Ade Uu Sukaesih Halal Bihalal Bersama ASN

Keempat, tidak ada lagi penolakan bantuan baik dari kabupaten, Provinsi maupun Pusat. Yang karena salah informasi, sehingga kerugian ada pada kita semuanya.

“Manfaatkan segala potensi desa, termasuk bantuan dan ajakan kepada warga lainnya agar kita bisa sama-sama bahu membahu, paheuyeuk-heuyeuk leunguen, dalam memerangi wabah ini,” tuturnya.

Kelima, melakukan segala kebijakan secara adil dan transfaran, serta terbuka kepada masyarakat agar tidak terjadi gesekan yang justru mengakibatkan kecemburuan bagi warga lainnya.

“Hindari pilih kasih, sebagaimana banyak laporan warga di media sosial (jika memang ada). Dan segera klarifikasi jika ada hal yang salah informasi, agar tidak melebar yang akhirnya merugikan kita semuanya,” ucapnya.

Baca juga :
Hasanah Sudah Unggul Perolehan Suara di Jawa Barat

Keenam, menjalin kerjasama dengan pihak lain selain Pemerintah, dalam hal distribusi bantuan, sehingga tepat sasaran. Khususnya jika ada bantuan dari relawan, organisasi, instansi swasta atau pemerintah.

Ketujuh, utamakan untuk menjaga warga jangan sampai ada yang kelaparan sebagaimana pesan Bapak Bupati Sumedang, dengan cara memanfaatkan bantuan yang ada atau mendorong warga lain yang memiliki kemampuan agar berdonasi saling berbagi.

“Sebelum semua bantuan baik dari Pusat, Provinsi, Pemkab dan Desa bisa dicairkan,” ujar Andre. (Giw)***