Home / Advertorial

Kamis, 22 Maret 2018 - 20:02 WIB

Apa Kabar Waduk Megamendung?

BOGOR, kabar1.com – Rencana pembangunan waduk Megamendung, Sukamahi dan Cipayung bak iklan sepeda motor, nyaris tak terdengar. Padahal, awalnya, megaproyek yang diyakini mampu menahan laju air ke Ibukota Jakarta itu, begitu gembar-gembor. Bagaimana tindak lanjutnya saat ini?.

Camat Megamendung Hadijana mengatakan, hingga saat ini, belum ada perkembangan pembebasan lahan dan dari total 1.734 bidang yang harus dibebaskan, baru baru 211 bidang yang baru dibebaskan atau 16 persen dari total keseluruhan bidang.

Puluhan warga terdampak waduk ini pun mendatangi kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Jakarta, Senin (19/3/2018) lalu. Kunjungan ini tak lain untuk meminta kejelasan dan kepastian perihal pembayaran lahan warga yang terkena proyek. Karena selama ini rencana pembayaran dianggap hanyalah janji-janji manis.

Baca juga :  Kabupaten Bogor Darurat Narkoba

Informasi terakhir yang diterima Pemerintah Kecamatan Megamendung saat melakukan rapat dengan LMAN, BBWS dan KPK. Saat ini LMAN sedang mengurus dana talangan dari kontraktor. Setelah itu selesai, pembayaran lahan kembali dilanjutkan. “Infonya bulan April akan ada pembayaran lagi,” kata Camat Megamendung, Hadijana.

Diketahui, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan proyek waduk Sukamahi dan waduk Cipayung selesai pada tahun 2019 mendatang dengan berakhirnya masa jabatan Presiden RI Joko Widodo. Namun begitu, target tersebut dirasa masih tak sejalan dengan pembebasan lahan warga yang terkena dampak.

Dari total luas waduk Sukamahi yang mencapai 49,82 Ha ditambah waduk Ciawi seluas 78,7 Ha, hanya 11 persen baru dibebaskan. Kunjungan Presiden pada akhir tahun 2017 lalu diharapkan adanya percepatan pembebasan lahan, ternyata tidak berdampak. Lahan yang dibebaskan sampai 2018 masih stagnan di 11 persen.

Baca juga :  Wadduh... Puncak Bogor Longsor Lagi!

Humas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane pada Kementrian PUPR, Agung mengatakan, terkait pembayaran lahan tahap berikutnya masih menunggu Lembaga Managament Aset Nasional (LMAN) sebagai lembaga yang ditunjuk untuk melakukan pembiayaan pembebasan lahan. “Kita masih menunggu LMAN untuk pembayaran tahap berikutnya,” terang Agung.

Perlu diketahui, Waduk Ciawi atau Cipayung ini memiliki total 899 bidang seluas 78,7 Ha yang digunakan sebagai area kontruksi 28,59 Ha, area genangan 31,96 Ha, area green belt 18,15 Ha. Bendungan Ciawi (Cipayung) menampung aliran Sungai Cisarua, Sungai Cibogo dan anak Sungai Ciliwung dengan volume tampungan 6,74 juta meter kubik.

Baca juga :  Rabu 15 April, Pasien Positif Covid-19 di Kab Bogor Bertambah, 1 PDP Meninggal Dunia

Sementara, Bendungan Sukamahi berlokasi di bagian hulu Sungai Cisukabirus di Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Pembangunan Bendungan Sukamahi membutuhkan lahan dengan total 621 bidang seluas 49,82 Ha yang digunakan sebagai area kontruksi 34,38 Ha, area genangan 5,23 Ha, area green belt 8,89 Ha, area jalan masuk 0,44 Ha dan area fasilitas umum 0,88 Ha. Bendungan Sukamahi menampung aliran Sungai Cisukabirus dan anak Sungai Ciliwung dengan volume tampungan 1,68 juta meter kubik.FUZ

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Advertorial

Longsor Tebingan DAS Cimangeunteung Ancam Warga Desa Talagahiang

Advertorial

Road To Soundrenaline 2018 Sulap Prabuwangi Park Arcamanik Bandung

Advertorial

Pemenang Lelang JLD Ditetapkan 25 April

Advertorial

Jalan Poros Desa Amblas, Ekonomi Warga Terhambat