Antisipasi Konflik, Polisi – Ojek Online Bersinergi

BOGOR, kabar1.com – Antisipasi konflik antara jasa transportasi online dengan konvensional yang sudah sejak lama ada di Kota Bogor, jajaran Kepolisian Resor Bogor Kota bangun sinergiatas dengan jasa tranaportasi berbasis daring tersebut.

Audiensi antara pihak kepolisian dan sejumlah perwakilan transportasi online dilakukan di Aula Mako Polresta, Jalan Kapten Muslihat Bogor Tengah, Selasa (17-10-2017).

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, melalui audiensi ini, diharapkan akan tumbuh kesadaran untuk sama sama mengedepankan kebersamaan dalam mengais rejeki. Sehingga tidak terjadi saling curiga yang dapat menimbulkan konflik dan bisa merugikan satu sama lain.

Baca juga :  LIN Siap Kawal Kasus Dugaan Pungli PTSL di Lebak


“Saya harap kedua belah pihak bIsa belajar dari pengalaman atas kejadian sekitar 6 bulan lalu, dimana timbulnya gejolak diakibatkan adanya kesalahpahaman. Jika rasa kebersamaan dan saling menghargai dalam mengais rejeki, Insya Allah hal serupa tidak akan kembali terjadi,” kata Ulung usai audiensi.

Lebih lanjut Ulung mengingatkan, pasca kejadian enam bulan lalu terasbut, Walikota Bogor telah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 21 Tahun 2017, tentang pengawasan dan pengendalian ojek oinline di Kota Bogor.

Baca juga :  Pasca Bom Surabaya, Polres Bogor Perketat Pengamanan

“Semua pihak tentu harus mematuhi peraturan tersebut disamping mematuhi peraturan lalu lintas saat beroperasi dan mentaati peraturan derah khususnya menyangkut ketertiban umum,” lanjutnya.

Terpisah, Ridwan (37) salah seorang warga Kota Bogor mengaku setuju dengan sinergitas yang dibangun antara pihak kepolisian dan ojek online tersebut, sepanjang mampu menciptakan iklim yang kondusif di Kota Bogor.

Menurutnya, seiring perkembangan teknologi, demand jasa transportasi berbasis daring saat ini memang tinggi. Sehingga perlu adanya upaya pemerintah dan penyedia jasa transportasi online untuk penyediaan ruang bagi mereka agar tidak mengganggu ketertiban umum dan menyumbang tingkat kemacetan.

Baca juga :  Tim Buser Polres Sumedang Bekuk Satu dari Tujuh Pelaku Curas

“Perlu difikirkan juga soal tempat mangkal transportasi online, sehingga tidak saling berebut lahan diantara mereka, khususnya dengan angkutan konvensional. Selain itu juga tidak menggaggu hak hak orang lain dalam hal ini para pejalan kaki disepanjang trotoar dan pedestrian akibat sering digunakan untuk mangkal mereka,” papar Ridwan. (Bstn)






Pos terkait