Home / Pembangunan

Jumat, 20 Maret 2020 - 17:08 WIB

Andre Bangsawan: Kita Satu-satunya Asosiasi yang Memiliki Pabrik Rumah Sendiri

JAKARTA – Dalam rangka tasyakuran organisasi dan finalisasi AD/ART internal perusahaan dari Asosiasi, Appernas Jaya mengadakan Rapat Kerja Nasional dan Perayaan Hut ke- 1 di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2020).

Ketua Umum Appernas Jaya, Andriliwan Muhamad, dalam kata sambutannya mengatakan bahwa Appernas Jaya meskipun baru berusia satu tahun ternyata mampu memberikan kontribusi luar biasa dalam pembangunan rumah bersubsidi bagi masyarakat.

“Meski baru berusia satu tahun, kita telah memiliki jumlah anggota yang cukup banyak dengan menduduki peringkat kelima dari total 19 asosiasi pengembang yang terdaftar. Selain itu khusus dalam kategori Jumlah Anggota dengan profil lengkap yang tercatat pada Sistem Registrasi Pengembang (SIRENG) Kementerian PUPR menduduki peringkat ke dua. Semoga kedepan kita bisa menjadi percontohan bagi yang lain,” ujar Andriliwan saat mengisi sambutan di acara Rakernas dan HUT ke- 1 Appernas Jaya di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Baca juga :  Hentikan Pembangunan Tower, Satpol PP Kab Bogor Diapresiasi Warga

Lebih lanjut, dirinya menambahkan Appernas Jaya adalah satu-satunya asosiasi yang memiliki pabrik rumah sendiri. Pihaknya juga menyatakan siap membangun pabrik rumah itu di Ibukota Negara baru nanti untuk membantu pengembang untuk membangun rumah di sana dengan cepat dengan rumus tujuh hari, tujuh tukang, tujuh rumah.

“Appernas Jaya berusaha untuk tidak selalu menuntut kepada pemerintah bahkan kami siap menawarkan solusi kepada pemerintah untuk membangun rumah MBR dan tidak membebani APBN,” katanya.

Senada dengan hal itu, Sekjen Appernas Jaya, Risma Gandhi mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas suksesnya acara Rakernas dan Hut Appernas Jaya ke-1 yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus DPP, perwakilan DPD se-Indonesia dan Kementrian PUPR.

“Hari ini kita merayakan Rakernas pertama Appernas Jaya dan Hut ke-1, yaitu sesuai dengan tanggal Akta dan Kemenkumham asosiasi kita tanggal 11 maret 2019. Isi dari materi hari ini di rakernas ini lebih ke program kerja dan memfinalkan AD/ART internal perusahaan dari asosiasi,” ungkapnya.

Baca juga :  Perbaikan Sejumlah Ruas Jalan, Targetkan Pertumbuhan Perekonomian

Risma menambahkan bahwa tentunya Appernas Jaya memliiki sebuah skema dan pembiayaan yang tidak memberatkan APBN dan tetap memudahkan masyarakat dalam mendapatkan rumah bersubsidi yang berkualitas.

“Acara tadi dibuka oleh Direktur Jenderal Perumahan Kementrian PUPR, Khalawi Abdul Hamid. Beliau sangat antusias dengan program kerja Appernas Jaya karena kami adalah Asosiasi yang tidak teriak akan quota tapi lebih ke memberikan ide, mekanisme atau skema subsidi yang tidak memberatkan APBN yang kebetulan pemikirannya itu dari ketua DPD Kalimantan Tengah, Pak Dwi,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan, Khalawi Abdul Hamid memberikan apresiasi pembangunan rumah yang sudah dikerjakan oleh Appernas Jaya. Terlebih Appernas Jaya tidak selalu menuntut kepada pemerintah dan tidak membebani APBN.

Baca juga :  Hotel Sayaga Sudah Jadi Perhatian Dewan Sejak Lama

Khalawi menjelaskan, pemerintah akan terus berupaya menjaga stabilitas pasar properti meskipun muncul wabah penyakit corona. Untuk itu, pemerintah telah menganggarkan sejumlah subsidi perumahan dengan menambah kuota subsidi.

“Pemerintah akan melanjutkan Program Sejuta Rumah dengan berbagai penguatan yang pertama Program Rumah Berbasis Komunitas yang diperuntukan untuk MBR non fix income. Apalagi minat dari pemerintah daerah juga sangat besar sekali dan tercatat ada 32 kabupaten/kota yang sudah mengajukan permohonan bantuan program Kementerian PUPR tersebut. Menurut data usulan bantuan untuk rumah berbasis komunitas tahun 2020 berjumlah 9.000 unit,” tandasnya. RIZ

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia

Share :

BERITA TERKAIT

Terapkan Trem, Pemkot Bogor Kudu Rogoh Rp1,5 Triliun

Pembangunan

Terapkan Trem, Pemkot Bogor Kudu Rogoh Rp1,5 Triliun

Pembangunan

Hentikan Pembangunan Tower, Satpol PP Kab Bogor Diapresiasi Warga

Pembangunan

Lakukan Kunjungan Kerja ke Sumsel, Presiden Berencana Tinjau LRT

Pembangunan

Resmikan Jalan Tol Ruas Kartasura-Sragen, Presiden Ingin Rest Area Utamakan Produk Lokal