BOGOR, www.kabar1.com – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor menggeber target penuntasan pembuatan akta sesuai jumlah penduduk warga Bumi Tegar Beriman sebanyak 5juta jiwa. Sebab, hingga saat ini tercatat hanya 60 persen warga yang telah mengantongi akta lahir.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor, Oetje Subagdja mengatakan, salah satu upayanya adalah dengan mempersiapkan proses pembuatan akta lahir melalui via online. Artinya, masyarakat Kabupaten Bogor bisa memanfaatkan gadget maupun komputer untuk mendaftarkan diri pada proses pembuatan akta.

Namun, kata Oetje, perlu diingatkan setiap pendaftaran akta yang melebihi waktu dua bulan sejak lahir akan dikenakan denda yaitu Rp10 ribu. “Program pelayanan pembuatan akta semakin kita permudah. Terkadang masyarakat malas datang ke desa maupun kecamatan atau hingga ke Disdukcapil. Oleh karena itu, masyarakat sudah bisa memanfaatkan gadgetnya untuk mendaftarkan akta secara online. Itu kita lakukan untuk peningkatan pelayanan,” terangnya.

Selain itu, kata Oetje, pihaknya juga bekerjasama dengan pelayanan langsung di sekolah. Setiap sekolah mewajibkan untuk disediakannya akta lahir saat pendaftaran. Kemudian, kerjasama dengan pihak RS, untuk menekan angka kelahiran, sebab proses pelaksanaan pelayanan bisa lebih cepat dari jumlah tambahan angka kelahiran.

“Kita sengaja buatkan sistem di RS untuk peningkatan pelayanan. Oleh karena itu, pelayanan sekarang telah meningkat. Terlebih dengan adanya penurunan denda akta, antusiasme masyarakat terus meningkat,” papaenya.

Tak hanya itu, sambung Oetje, pihaknya juga sudah mempersiapkan proyek percontohan untuk dua kecamatan yakni di Cijeruk dan Cisarua, serta di 4 Desa untuk penanganan pelayanan akte. Dua Kecamatan dan empat desa ini dijadikan proyek percontohan, untuk semua masyarakat diwajibkan membuat akta.

“Pemahaman masyarakat Kabupaten Bogor berbeda, seperti dilapangan nyatanya sekarang tidak ada yang namanya anak baru lahir mendapatkan akta. Bahkan, orang tua pun masih banyak yang tidak punya akta. Oleh karena itu, kita tingkatkan pelayanan agar masyarakat diberikan kemudahan,” paparnya.

Oetje juga menambahkan, bagi keluarga yang melangsungkan nikah siri pun tak perlu khawatir. Disdukcapil mewadahi pembuatan akta bagi orangtua yang tidak punya surat nikah tersebut. “Akta untuk anaknya tetap ada, yaitu mengatasnamakan anak ibu. Jadi tidak perlu khawatir, mereka juga tetap diberikan akta lahir,” tandasnya.FUZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like

Ryamizard: Senpi Standar Militer Harus Ada Izin Kemenhan!

JAKARTA, kabarsatu.com – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa semua senjata api…

Tebar Kujang Kodim Sumedang, Pertajam Silaturahmi TNI dan Wartawan

SUMEDANG – Sejumlah wartawan dari media cetak, elektronik dan online yang telah…

Kabupaten Termaju yang On The Track

BOGOR, www.kabar1.com – Misi Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten Termaju di Indonesia sepertinya…

Kawanan Sipil Bersenjata Serang Polisi di Poso

JAKARTA – Satu anggota Polisi terluka setelah diserang se-kelompok sipil bersenjata di…