ADD Belum Cair, Staf Desa Ini Ngantor Pun Jalan Kaki

BOGOR, kabar1.com – Akibat Alokasi Dana Desa (ADD) Untuk Pemerintah Desa Curug Bitung, Desa Nanggung dan Desa Batutulis di Kecamatan Nanggung, sampai hari ini Senin (14/5), belum cair cair juga, buntutnya, semua staf di ketiga desa tersebut uring uringan, lantaran duit mereka habis, bensin motor kosong, terpaksa setiap hari ngantor berjalan kaki.

Didi Suryadi, Sekretaris Desa Curug Bitung mengatakan, pentingnya segera dicairkan Add oleh pemerintah Kabupaten Bogor, mengingat Dana ini merupakan dana perimbangan yang diterima desa dari kabupaten yang antara lain untuk keperluan bayar gaji atau membayar penghasilan tetap kepala desa dan perangkat desa.

Baca juga :  Kampanye, Panwas Imbau PNS Cari Aman

“Salah satu desa yang belum terima ADD tahap 1 tahun 2018 ini adalah desa CurugBitung, padahal semua Syarat dan prasyaratnya sebagaimana tercantum dalam Perbup, sudah kami penuhi dan kami serahkan seperti desa lainya, tapi kok mengapa hingga hari ini kami belum menerimanya, mengapa?,” kata Didi.

Selain Desa Curugbitung, sambungnya, masih ada dua Desa lagi yang belum terima ADD, yakni Desa Nanggung, dan Desa Batutulis. Akibatnya, dampak keterlambatan cairnya Add oleh Kabupaten ini, sudah dirasakan langsung oleh seluruh staf kantor dan perangkat desanya.

Baca juga :  Prioritaskan Zona Merah, PSBB Kabupaten Bogor Dimulai Rabu

“Operasional kantor untuk staf dan perangkat desa ada di situ, kalo telat lima bulan seperti sekarang ini, mau tak mau membuat seluruh operasional serta pelayanan kantor desa jadi terkendala, begitupun berpengaruh pada menurunnya semangat kerja para perangkat, karena mereka harus mencari uang untuk menutupi kebutuhan dapur mereka masing-masing. kalau sudah begini, bagaimana kami bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga.??”. gerutunya.

Asep Suherman, perangkat Desa CurugBitung, sependapat dengan Didih Suryadi, kata dia, saat ini ia sudah tidak memiliki sepeda motornya lagi. Sebab satu-satunya¬†¬† kendaraan yang biasa dipakainya untuk ngantor, kini sudah disita pihak leasing karena menunggak bayar lebih dari 3 bulan. “Jangankan untuk bayar angsuran motor, untuk makan saja terpaksa saya ngutang kesana sini,”sedihnya.

Baca juga :  HMI MPO Bogor Nilai Nawacita Jokowi Tak Sesuai dengan Implementasinya

Sejak sebulan terakhir, lanjut Asep, setiap hari ia terpaksa harus jalan kaki sejauh 5 km untuk sampai ke kantor desa. “Saya Jadi sedih, masa dijaman Now sekarang ini berangkat kerja harus jalan kaki sih, mana jaraknya dari rumah ke kantor desa cukup jauh yakni 5 kilometer, sehingga hampir setiap hari kaki saya jadi pegal pegal dan telapak kaki alami lecet,” pungkasnya.FUZ