Ada Apa Dengan Usmar?

BOGOR, kabar1.com – Lama menjadi kontroversi lantaran tersangkut kasus izin., Mall Transmart di Jalan Raya Abdullah bin Nuh, Taman Yasmin, Kota Bogor akhirnya diresmikan. Tak tanggung-tanggung, CEO Transcorps, Chaerul Tanjung, menjadi ‘garda’ utama pemotongan pita sebagai tanda simbolisnya dibukanya Mall tersebut pada Kamis (31/5/2018).

Yang menarik, dalam peresmian ini, tentunya kehadiran sang Plt Walikota Bogor,  Usmar Harimar. Ya, politisi Demokrat ini sebelumnya menjadi salah seorang yang sempat ‘mengganjal’ proses perizinan Mall tersebut.

Saat itu, Usmar meminta, kepada pengusaha untuk segera merampung proses perizinan termasuk ketentuan dan kewajiban lainnya sebagai syarat proses legalisasi administratif izin di Kota Hujan. Seperti diketahui, proses pembangunan Mall Transamart ini memang sempat menuai masalah.

Baca juga :  FMKI Gelar OPTK ke 12

Tak hanya soal kelengkapan izin, tapi juga dampak lingkungan, utamanya masalah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Namun,seiring waktu berjalan, masalah ini pun redup, hingga muncul sebuah kabar, jika proses peresmian Mall Transmart dikebut hingga harus launching pada 31 Mei 2018.

‘Hingar-bingar’ kontroversi pun meletup hanya sesaat. Sampai akhirnya, Pemkot Bogor, melalui Plt Walikota Bogor, Usmar Harimar, datang menjadi saksi sekaligus didaulat menjadi pengguntingan pita sebagai tanda dibukanya Mall Transmart.

Baca juga :  Alami Kekeringan, PDAM Tirta Kahuripan Cari Sumber Air Sendiri

Dalam kesempatan itu, Usmar menyebut, 80 persen pegawai yang bekerja di Transmart Yasmin merupakan warga Kota Bogor yang direkrut dengan peran serta Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor.
“Jadi di satu sisi memang sedang terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi yang berdampak ke daerah, terjadi pengangguran di Kota Bogor juga, tapi di sisi lain Transmart membuka lapangan kerja yang cukup besar, semoga komitmen tersebut tetap dijaga, tetap dipelihara sehingga lebih bermanfaat,” kata Usmar dalam sambutannya, Kamis (31/5/2018).
Usmar menjelaskan kalau merujuk kepada perkembangan Kota Bogor ke depan, khususnya 5 tahun terakhir, memang telah ditetapkan zona-zona pengembangan. Usmar menjelaskan kalau merujuk kepada perkembangan Kota Bogor ke depan, khususnya 5 tahun terakhir, memang telah ditetapkan zona-zona pengembangan.

Baca juga :  Sekda Kabupaten Bogor Lantik 9 Pejabat Pengawas

“Tadi sempat saya singgung ke Pak Hatta Rajasa, bahwasanya koridor dari mulai Sentul Selatan (yang menjadi) batas Kota dan Kabupaten Bogor di dalam peraturan rencana tata ruang kita di dalam peraturan daerah nomor 8 tahun 2012, itu dijadikan sebagai CBD-nya Kota Bogor, yakni pintu kedua setelah pintu tol keluar Baranangsiang, ini orientasi ke depan,” imbuhnya.WNK