Ads Ied Fitr

9 Warga Galuga Sepakati Nilai Ganti Untung

istimewa
0 5

BOGOR, kabar1.com – 9 warga Kampung Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor sepakat dengan nilai ganti untung yang diberikan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor.

Hal itu dipastikan melalui acara sosialisasi dan musyawarah yang digelar pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor di ruang PKK Kantor Kecamatan Cibungbulang pada Jumat (22/12/2017) pekan lalu.

Baca juga :

Giat ini sendiri digelar menyangkut hasil penetapan harga tanah sesuai kajian tim apresial atas lahan 10.005 meter persegi (11 bidang) yang dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Elia Buntang, Kepala UPT TPA Galuga Albert Nanlohy, Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Kepala Desa Galuga serta Muspika Kecamatannya, berjalan aman dan lancar hingga menghasilkan sebuah kesepakatan bersama antara warga dengan pemerintah Kota.

Dimana luas lahan milik 9 warga berdasarkan Peta Bidang yang dikeluarkan BPN yang besaran ganti untungnya sudah disetujui oleh para pemiliknya tersebut, diantaranya lahan milik Iskandar seluas 1.055 m, lahan milik Nusyiawati 1.440 m, lahan milik Madi/Upit 192 m, lahan milik Nurul Puad 1.320 m, lahan milik Ebih bin Anta 1.442 m, lahan atas nama Anwar 736 m, lahan milik Pardi (2 bidang) 1.090 m, lahan milik Nurjanah (2 bidang) : 1.792 m, serta lahan atas nama M. Tohir 938 m, yang secara keseluruhan mencakup luas 10.005 m.

Elia Buntang, Kepala DLH Kota Bogor, menegaskan, kembali dibebaskannya lahan milik 9 warga yang mencapai 10.005 meter persegi tersebut, menjadikan luas keseluruhan lahan pembuangan sampah milik Pemerintah Kota Bogor di Galuga, mencapai 38 Hektar.

“Upaya Pembebasan lahan yang dilakukan Pemkot Bogor ini adalah pembebasan untuk yang terakhir kalinya, khususnya diseputar ring satu TPA Galuga. Bahkan pada pembebasan kali ini, kami juga tidak hanya terfokus pada lahan seluas 10.005 meter itu saja, melainkan juga bertanggung jawab pada biaya relokasi pemindahan sebanyak 13 makam ke lahan baru dengan mengucurkan anggaran sebesar Rp. 38 juta, termasuk untuk keperluan biaya Tahlilnya sampai tuntas,” kata Elia Buntang.

Sedangkan dari hasil kesepakatan harga tersebut, sambungnya, untuk masing masing besaran ganti untung yang diperoleh warga, nilainya beragam, karena dari penetapan harga yang diberikan Pemkot, untuk harga paling terendah ditetapkan sebesar Rp67 ribu permeter, sedangkan untuk harga maksimalnya Rp200 ribu.

“Nah, Untuk harga Maksimal Rp200 ribu permeter ini, hanya dibayarkan kepada satu orang pemilik yakni atas nama Iskandar dengan luas lahan 1.055 m, sedangkan untuk 3 lahan lainnya ditetapkan Rp. 95 ribu permeter, berikut untuk 7 Persil di tentukan seharga Rp. 67 ribu per meter,” ungkapnya.

Elia juga mengatakan, proses ganti untung atas lahan milik 9 warga di Galuga, merupakan pembebasan yang terakhir yang dilakukan oleh pemerintah Kota Bogor, mengingat sampai 2019 mendatang, Pemkot tidak akan pernah lagi melakukan pembebasan lahan, khususnya pembebasan untuk perluasan lahan TPA Galuga bagi pembuangan sampah Kota.

“Begitupun untuk realisasi pembayarannya, mudah mudahan jika tidak ada halangan paling cepat digulirkan hari Rabu (hari ini 27/12) dengan cara ditransfer ke rekening masing masing warga melalui Bank Jabar,” bebernya.FUZ

Komentar
Loading...