700 Anak Jalanan di Cianjur di Vaksin

25

Cianjur, kabar1.com – 700 lebih anak unregister atau anak jalanan di Cianjur mendapatkan vaksin oleh tim vaksin Campak dan Rubela. Hal itupun menjadi upaya pemenuhan hak, salah satunya hak kesehatan bagi setiap anak yang diinisiasi oleh PMI, termasuk PMI Cianjur.

Kepala Markas PMI Kabupaten Cianjur, Hery Hidayat, mengatakan, sejak awal bulanpihaknya melakukan penyisiran ke tempat yang sering dijadikan penyinggahan para anak jalanan (anjal). Bahkan pada 27 Agustus 2017 lalu  pihaknya menapati ada 40 anak jalanan yang belum divanksin di wilayah Cipanas. “Hari ini sekitar 40 anak yang kami vaksin, bertempat di Kantor pasar Cipanas,” kata Hery.

Menurutnya, jumlah tersebut melebihi targetan yang sebelumnya diungkapkan dalam rapat perencanaan pelaksaan vaksin terhadap anak jalanan. “Target awal 565 anak, tapi dilapangan ternyata ada lebih dari 700 anjal yang divaksin,” ucapnya.

Hery, menuturkan, program yang dijalankan PMI bersama Dinas Kesehatan tersebut diharapkan mampu menuntaqskan target pemerintah dalam mencegah penyebaran campak dan rubela. Dengan begitu, generasi yang akan datang dapat terbebas dari penyakit yang cukup berbahaya tersebut.

“Kamipun berupaya untuk memenuhi hak seluruh anak di Indonesia, tidak terkecuali anak jalan yang selama ini kerap termajinalkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Unicef untuk Wilayah Jawa, Tubagus Arie Rukmantara mengatakan, secara nasional seluruh capaian imunisasi MR dinilai menggembirakan. Menurut data Kementerian Kesehatan, secara nasional kesuksesan imunisasi MR mencapai angka 99 persen.

Dia menuturkan, salah satu keberhasilan imunisasi di pulau Jawa yang berhasil memvaksinasi sekitar 35 juta anak. ”Itu berarti capaian melebihi target yakni 95 persen. Hal itu dikarenakan, masyarakat juga memberikan apresiasi tinggi untuk berjalannya imunisasi MR ini,” ujar Tubagus.

Selain itu, angka 35 juta anak pun menjadi jumlah yang tinggi untuk satu negara. Jika dilihat dari skala dunia, angka sebanyak itu bisa tersebar di beberapa Negara. Namun di Indonesia, angka tersebut justru mampu tersebar di satu pulau Jawa.

“Imunisasi campak dan rubella yang semula gagal diterapkan di India justru berhasil diberikan di Indonesia. Sangat sangat mengapresiasi. Unicef pun bakal terus mensupport pemerintah untuk menjalankan program kesehatan di setiap daerah,” pungkasnya.DIE

Komentar anda