6 Wanita di Cianjur Terjaring Perda Pelacuran

CIANJUR, kabar1.com – Sebanyak enam orang wanita nakal, tujuh Minol berbagai merek dan satu galon miras oplosan diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Cianjur, Rabu (19/9/2018). Hal itu, dilakukan dalam kegiatan operasi penyakit Masyarakat (Pekat) dan Perda 21 tentang Pelacuran.

Beberapa tempat yang menjadi target operasi kali ini diantaranya, Cipanas, Cianjur Kota, dan Mande. Mereka diamankan tanpa perlawanan dan mengakui telah melanggar Perda 21 tahun 2000 pasal 7, dan Perda 13 tahun 2013, terutama jam malam karena diketahui berada di tempat- tempat umum di atas jam 10 malam.

Plt Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh, melalui Kepala Seksi Penyelidikan dan Penindakan Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP, Heru Haerul Hakim mengatakan, kegiatan razia penyakit masyarakat memang rutin dilaksanakan oleh Satpol PP Kabupaten Cianjur.

“Ini sudah menjadi kegiatan rutin dan sudah jelas program bupati memberantas kemaksiatan di wilayah Cianjur,” katanya kepada wartawan, Kamis (20/9/2018).

Kegiatan rajia kali ini berhasil mengamankan enam orang PSK, ke enam perempuan ini dikirim ke panti rehabilitasi di Sukabumi. Selain itu, Minol dan Miras juga diamankan yang ditemukan di lokasi tersebut.

“Didapat hasil razia sebanyak enam orang lalu kami bawa ke kantor untuk didata. Sesuai BAP hasilnya mereka melanggar dan dikirim ke panti, untuk minol dan oplosan kami amankan,” katanya.

Menurutnya, setelah didata para pekerja seks komersial ini akan dibawa ke panti rehabilitasi di Sukabumi. Lanjut dia, pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri jika menemukan hal yang berkaitan dengan pidana.

“Saya juga selalu memberikan imbauan kepada warga yang mengetahui PSK dan peredaran miras segera informasikan kepada kami, Satpol PP akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI,” kata dia.

Heru menambahkan, selain melakukan Kegiatan P21, pihaknya juga mendata bangunan liar di sepanjang jalan Cipanas tepatnya di depan Hotel Raja FO. “Sebanyak 34 Bangunan Liar kami data. Hal ini menindaklanjuti himbauan yang diberikan Kecamatan Pacet,” katanya.

Tahapan sudah dilalui pada agustus 2018 lalu. Jadi pihaknyan hanya mendata dan memberikan himbauan untuk mengosongkan serta tinggal pembongkaran. “Kami tidak perlu lagi memberikan peringatan, kan sudah beberpa waktu lalu. Jadi tinggal tindak lanjut nya saja,” tandanya.

Pos terkait