32 Wanita Belia Digiring Satpol PP Kabupaten Bogor

Home / Hukum Kriminal

Jumat, 22 September 2017 - 12:19 WIB

BOGOR, kabarsatu.com – Sedikitnya, 32 wanita pekerja seks komersial (PSK) terjaring dalam razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Jumat (22/9/2017) dinihari. Mereka diciduk dari dua lokasi berbeda, yakni kawasan Gang Semen Puncak Cisarua dan Play Over Cibinong.

[nk_awb awb_type=”image” awb_image=”11″ awb_image_size=”full” awb_parallax=”scroll” awb_parallax_speed=”0.2″ awb_parallax_mobile=”true”]

 

 




tbn

 

 

 

 

 

 

 

[/nk_awb]

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kabupaten Bogor, Ruslan mengatakan, giat PSK berawal dari adanya aduan dari masyarakat Kabupaten Bogor. Menyikapi laporan tersebut, pihaknya pun langsung melakukan penyisiran ke dua lokasi yang biasa digunakan sebagai tempat mangkal para PSK tersebut.

Baca juga :  Pertanyakan Peran Diskominfo

“Kami tidak saja menyisir PSK jalanan, tapi kami juga memeriksa sejumlah tempat yang biasa dipakai para PSK untuk mangkal bersama tamunya. Dari hasil razia ini kami berhasil mengamankan 32 PSK,” kata Ruslan di Mako Pol PP Kabupaten Bogor.

Baca juga :  Teror Bom di Surabaya, Ini Kata Jokowi

Ia menjelaskan, hasil operasi ini, kebanyakan PSK berusia 19 sampai 30 tahun dan kebanyakan berasal dari luar Bogor.

“Dari 32 orang PSK yang sudah dilakukan pendataan ini, diketahui berasal dari wilayah Cianjur 11 orang, 5 asal Bogor, 11 orang asal  Sukabumi dan sisanya 5 orang lagi tanpa identitas. Kebanyakan PSK dari Gang Semen dan membawa alat kontra sepsi berupa kondom di dalam tasnya,” ujarnya.

Baca juga :  Soal PSK di Bogor, Bukan Cuma Puncak

Lebih lanjut Ruslan menambahkan, operasi ini rutin dilakukan sesuai dengan peraturan daerah (Perda) No 4 tahun 2015 tentang penertiban umum (Tibum). “Usai melakukan pendataan para PSK tersebut, langsung kita serahkan kepetugas Dinsos untuk ditindak lanjuti lebih lanjut,” bebernya.

Puluhan PSK yang terjaring operasi, kata dia, langsung dikirim menuju Panti Sosial dan Rehabilitasi di Jakarta. “Mereka akan dibina serta akan direhabilitasi oleh petugas panti sosial,” pungkanya.FUZ