12 Diduga PSK Terjaring, Hotel Dan Tempat Wisata Jadi Target Operasi Satpol PP

Home / Hukum Kriminal / Peristiwa

Selasa, 31 Juli 2018 - 18:29 WIB

CIANJUR, Kabar1.com – Sebanyak 12 orang wanita terjaring dari lima tempat berbeda dalam operasi penyakit masyarakat yang dilakukan jajaran Satpol PP Kabupaten Cianjur, Selasa (31/7) dini hari.

 

Beberapa tempat yang menjadi target operasi kali ini adalah sebuah kawasan wisata di wilayah Utara Cianjur dan beberapa hotel di wilayah Cianjur kota dan wilayah Cipanas.

 




tbn

Mereka diamankan tanpa perlawanan dan mengakui telah melanggar Perda 21 tahun 2000 pasal 7, dan Perda 13 tahun 2013, terutama jam malam karena diketahui berada di tempat- tempat umum di atas jam 10 malam.

 

Plt Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Muzani Saleh, mengatakan, kegiatan razia penyakit masyarakat memang rutin dilaksanakan oleh Satpol PP Kabupaten Cianjur.

Baca juga :  Disperindag Fasilitasi IKM Jalin Kemitraan Ritel Swasta

 

“Ini sudah menjadi kegiatan rutin dan sudah jelas program bupati memberantas kemaksiatan di wilayah Cianjur,” kata Muzani, seusai kegiatan, Selasa (31/7).

 

Ia mengatakan kegiatan kali ini dibagi dalam dua kelompok petugas yang meluncur ke wilayah Pacet-Cipanas dan daerah Jangari.

 

“Didapat hasil razia sebanyak 12 orang lalu kami bawa ke kantor untuk didata. Kami meminta pihak Dinas Kesehatan memeriksa darahnya,” katanya.

 

Menurutnya, setelah didata para pekerja seks komersial ini akan dibawa ke panti rehabilitasi di Sukabumi. Muzani mengatakan pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polri jika menemukan hal yang berkaitan dengan pidana.

 

“Saya juga selalu memberikan imbauan kepada warga yang mengetahui PSK dan peredaran miras segera informasikan kepada kami, Satpol PP akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI,” kata dia.

Baca juga :  Juara LSS, 9 Sekolah Diberi Uang Pembinaan

 

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penindakan Satpol PP dan Damkar Cianjur, Heru Haerul Hakim, mengungkapkan, dari ke 12 perempuan yang terjaring kali ini hanya tiga orang yang dikirim ke panti rehabilitasi di sukabumi.

 

“Hasil BAP kami, hanya tiga orang yang positif PSK dan akan kami kirim ke panti hari ini,” ungkapnya.

 

Pembinaan terus dilakukan terhadap pasangan yang melanggar Perda 21. pasalnya, pelanggaran yang dilakukan terhadap pasangan yang belum memiliki identitas suami istri tertangkap.

 

“Kami hanya memberikan peringatan dan membuat pernyataan bagi pasangan yang tertangkap, karena baru kali ini tertangkap,” kata Heru.

Baca juga :  Kunjungi Ponpes Al-Ghozali, Kapolda Jabar Bagikan Al-Qur'an

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Cianjur, Neng Efa Fatimah, menuturkan, sebelum test VCT/IMS pihaknya melakukan penyuluhan dan sosialisasi terhadap para perempuan yang terjaring satpol pp.

 

“Kami sosialisasikan dulu apa itu penyakit menular dari mulai HIV/AIDS hingga penyakit kelamin,” katanya saat ditemui dikantor satpol PP.

 

Dia menerangkan, pertanyaan dari para perempuan tersebut sangat wajar, hanya menyangkut keputihan dan penyakit kelamin yang diduga banyak yang dialami para perempuan yang bekerja sebagai wanita malam.

 

“Pertanyaannya sih hanya menyangkut hal seperti biasa pada umumnya. Namun kami akan terus lakukan sosialisasi terhadap para perempuan yang terjaring satpol pp,” tandasnya.DIE