100 Surat Peringatan 2 Untuk Bangli Puncak

BOGOR, kabarsatu.com – 100 Surat Peringatan (SP2) untuk bangunan liar (bangli) yang berdiri di Puncak dari perbatasan Taman Safari hingga ke perbatasan Cianjur atau Rindu Alam akhirnya dilayangkan  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor.

Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Herdi Yana mengatakan, sesuai dengan permintaan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat, Dedy Mizwar, Puncak sebagai daerah resapan harus dikembalikan ke kondisi semula menjadi lahan hijau. Namun kenyataannya, masih banyak bangli berdiri bahkan merenggut lahan hijau di kawasan tersebut.

Baca juga :  Antar Anak Sekolah, Mobil dan Brangkas Raib

“Bangli ini sudah melanggar, berdiri didaerah resapan pula jadi harus ditertibkan. Saya mendukung pernyataan pak Wagub, Dedi Mizwar, kalau Puncak harus dikembalikan ke daerah semula. Karena hingga ke Masjid Di Atta’awun Puncak semua lahan hijau sudah ketutup dengan adanya bangli,” ungkap Herdi.

Oleh sebab itu, lanjutnya, pihaknya bergerak cepat melayangkan SP2 ke seluruh bangli yang berdiri di Puncak. “Tadi sudah saya tandatangani suratnya, tinggal menyerahkan saja ke masing-masing pemilik bangunan. Hari ini (Selasa,red) sudah diperintahkan untuk menyerahkan ke pemilik bangunan. Setelah itu kita tunggu SP3 hingga penyegelan dilanjutkan pembongkaran,” paparnya.

Baca juga :  Kejari Kabupaten Bogor ‘Ultimatum’ BPD

Bangli dengan PKL berbeda, kata Herdi, sebab untuk PKL akan dipersiapkan relokasi. Saat ini, Satpol PP masih menunggu persiapan Tim Penataan PKL Puncak untuk menuntaskan perataan lahan relokasi dari pihak ketiga.

Baca juga :  Nah Loh Akhirnya Polisi Mulai Selidiki Penyalahgunaan Dana Disabilitas Di Lebak

“Tidak ada aturan untuk bangli harus direlokasi. Aturan dalam Perpres 123, yang dapat direlokasi hanyalah PKL dengan bentuk usaha tidak tetap yang sifatnya nomaden atau berpindah-pindah. Beda dengan bangli, pada dasarnya mereka sudah melanggar dengan membangun tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB), oleh karena itu progresnya sekarang masuk ke SP2,” tegas Herdi.FUZ